Just Talk and Relax

Read More

Literature Review

Di postingan kali ini, aku bakal bahas soal literatuter review. Nah, aku mau cerita dulu kenapa aku tertarik buat nulis tema ini. Jadi...
Read More

Kepribadian (Part 1)

Hai, semuanya.. kali ini aku mau bahas tentang kepribadian atau personality. Disini aku akan bahas seputar kepribadian secara umum...
Read More

Serba-Serbi Kehidupan Pasca

Aku masih mau cerita seputar kampus nih. Kali ini, aku mau cerita tentang kehidupan aku selama di kampus pasca sarjana...
Read More

Komunikasi : Man Vs Woman (Part 1)

Aku bakal ngobrol sama salah satu temen pasca aku di kampus namanya Hendra Purnama. Kami bakal ngobrolin seputar komunikasi...
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label Let's Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Let's Talk. Tampilkan semua postingan

13 September 2020

Dinamika Kepribadian?

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hai.. semuanya, balik lagi di Let’s Talk. Di postingan kali ini, aku ngobrol bareng sama temen-temen aku dari psynamics.id. Topik apa yang kami bicarakan kali ini? Baca sampe selesai yaa…

Berawal dari postingan aku tentang Kepribadian Part 1, disitu aku bilang kalo ada tipe-tipe kepribadian yang dibahas dalam DSM 5. Terus, muncul pertanyaan di otak aku “Kalo misalnya ada 1 juta orang di dunia ini masuk dalam salah satu tipe kepribadian yang ada di DSM 5 itu (misalnya kepribadian dependen).. Apakah 1 juta orang dengan kepribadian dependen itu bener-bener menunjukkan perilaku yang sama persis? Apakah semua hal tentang mereka itu bener-bener sama?” Nah.. jawaban dari pertanyaan ini, ada pada “dinamika kepribadian”. Mau tau dinamika kepribadian itu apa?? Yuk, di kepoin sampe abis postingan ini.

Dinamika Kepribadian?????

Seperti yang kita ketahui, setiap manusia itu punya karakter khasnya masing-masing. Walaupun mereka kembar.. kakak-beradik.. lahir dari kondisi keluarga dan lingkungan yang sama, tetep aja.. mereka pasti menunjukkan karakteristik yang berbeda-beda. Dan itu yang bikin manusia itu unik, punya ciri khasnya masing-masing.

Kalo dikaitkan dengan tipe-tipe kepribadian yang aku bahas sebelumnya, sebenernya.. tipe-tipe kepribadian itu merupakan salah satu cara yang digunakan para ahli untuk memudahkan dalam menggambarkan kepribadian seseorang. Jadi.. bisa dibilang kalo tipe-tipe kepribadian itu merupakan output dari perilaku-perilaku yang ditampilkan. Misalnya, ada orang-orang yang takut banget sendirian, takut ditinggal oleh orang lain dan sering banget minta bantuan orang lain. Kemudian, perilaku-perilaku ini.. dikelompokkan kedalam salah satu tipe kepribadian yang disebut dengan kepribadian dependen.

Terus.. apakah tipe-tipe kepribadian ini.. jadinya melupakan begitu saja karakteristik manusia yang terlahir unik dan punya perbedaan satu sama lain? Jawabannya, tentu saja tidak. Di atas, aku udah bahas kalo tipe-tipe kepribadian ini jadi salah satu cara untuk memudahkan para ahli dalam menggambarkan kepribadian kita. Ketika mereka udah menemukan kepribadian kita masuk kedalam tipe apa.. kemudian para ahli, bakal bahas gimana proses kepribadian kita itu bisa terbentuk dan perilaku-perilaku yang kita munculkan itu bentuknya seperti apa.

Nah… disinilah, para ahli bakal bahas.. apa keunikan dan ciri khas yang kita miliki sehingga, kita dengan kepribadian dependen.. tetep memiliki karakter unik versi kita sendiri. Dan itu yang ngebedain kepribadian dependen ala kita.. dengan kepribadian dependen ala orang lain. Proses inila yang disebut dengan dinamika kepribadian. Jadi, bisa dibilang kalo dinamika kepribadian itu merupakan proses yang dilakukan para ahli untuk menjelaskan bagaimana kepribadian kita terbentuk, gimana struktur kepribadian yang kita miliki dan apa pengaruhnya terhadap perilaku yang kita munculkan.

Apa pentingnya dinamika kepribadian ini?

Dinamika kepribadian ini penting banget buat kita, baik itu sebagai para ahli dan juga untuk klien atau pasiennya. Untuk para ahli (psikolog), dinamika kepribadian ini dipake untuk membantu dalam proses mendiagnosa klien atau pasiennya dan juga untuk menjelaskan latar belakang munculnya perilaku klien atau pasiennya itu. Dari sini, psikolog bisa tau apa kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh klien atau pasiennya itu. Mereka juga tau klien atau pasiennya ini memiliki masalah di bagian yang mana sehingga mereka bisa memberikan penanganan atau intervensi yang tepat bagi klien atau pasiennya itu.

Dinamika kepribadian ini, juga penting buat klien atau pasien lo. Dengan dinamika ini, mereka bisa dapet penjelasan secara menyeluruh tentang kepribadian yang mereka miliki. Misalnya, dia itu orangnya pemalu.. Nah, nanti sama psikolognya bakal dijelasin kenapa bisa jadi pemalu itu. Dengan hal ini, klien atau pasien jadi bisa lebih kenal dengan diri mereka sendiri. Mereka jadi tau apa kekurangan dan potensi yang mereka miliki sehingga mereka lebih bisa menentukan apa yang harus dilakukan untuk kehidupan mereka kedepanya.

Caranya buat tau dinamika kepribadian kita?

Untuk tau gimana sebenernya dinamika kepribadian yang kita miliki, pastinya kita butuh banget bantuan sama orang berkompeten dibidang ini ya teman-teman. Karena untuk dapatin penjelasan tentang dinamika kepribadian kita ini butuh kehati-hatian dan biasanya akan dilakukan beberapa langkah yang diperlukan. Yang pastinya ini harus dilakukan sama orang yang memang belajar dan punya ilmu di bidang ini.

Nah.. buat kalian yang penasaran sama dinamika kepribadian ini.. kalian bisa banget konsultasi sama temen-temen aku di psynamics.id ini. Mereka salah satu biro psikologi yang emang fokus pada dinamika kepribadian kliennya. Jadi, kalian kalo mau konsultasi seputar dinamika ini.. aku saranin banget buat konsultasi ke orang yang tepat, salah satunya di psynamics.id ini.

Psynamics.id ini berlokasi di Bandung ya teman-teman. Jadi, buat kalian yang berdomisili di Bandung bisa banget langsung berkunjung ke kantornya aja. Buat yang gak berdomisili di Bandung, kalian juga boleh ketemu langsung dikantornya atau bisa juga kontak di beberapa akun sosial media punya mereka yaaa.


                       Jl. Sendi Kencana Blok C3, Bandung

                    Psynamics.id

              Psynamics.id

Oke, teman-teman.. sekian dulu postingan aku kali ini. Semoga bermanfaat yaa..

Read More

24 Agustus 2020

Komunikasi : Man Vs Woman (Part 2)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu

Halloha semuanya… di postingan aku kali ini, masih nyambung sama postingan sebelumnya. Jadi disini, aku masih mau bahas soal komunikasi dan kali ini aku sama Hendra bahas tentang gimana komunikasi antara laki-laki dan perempuan. Yuk di baca.. semoga bermanfaat dan bisa ngebantu kita buat bikin komunikasi jadi lebih baik lagi.

Mungkin buat sebagian orang ada yang ngerasa sulit buat ngejalin komunikasi yang baik dengan temen lawan jenis mereka. Buat sebagian orang, hal itu sering bikin mereka ngerasa gak dipahami dan sering berantem karena komunikasi yang gak berjalan dengan baik. Apa ya yang bikin komunikasi antara laki-laki dan perempuan sering gak berjalan baik? Di Part 1, aku udah bahas apa aja yang bikin komunikasi gak berjalan dengan baik. Hal itu, juga berlaku buat komunikasi antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, ternyata ada perbedaan karakteristik dari gaya komunikasi antara laki-laki dan perempuan yang bikin komunikasi di antara mereka gak berjalan dengan baik. Yuk.. lanjut di baca postingan ini.

Menurut Hendra, biasanya gaya komunikasi laki-laki itu.. selalu menggunakan akal atau logika mereka. Itu artinya, mereka biasanya berkomunikasi pada hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang faktual dan kongkrit. Gaya komunikasi laki-laki inilah yang biasanya bikin mereka terkesan sebagai orang yang dingin dan gak begitu mikirin perasaan orang lain. Tapi, buat sebagian laki-laki, gaya komunikasi ini.. juga bisa mereka jadikan sebagai alat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang lain. Cara mereka menyampaikan kasih sayangnya, biasanya dalam bentuk membicarakan hal-hal yang telah ia lakukan kepada seseorang yang dia sayang itu.

Setiap orang selalu punya sisi positif dan negatifnya. Nah.. gaya komunikasi laki-laki ini, juga punya kedua sisi tersebut. Sisi positifnya, mereka bisa lebih objektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Itu artinya, setiap pesan yang mereka terima.. biasanya bakal ditangkap sesuai dengan fakta yang ada. Sisi negatifnya, mereka biasanya pake cara komunikasi ini buat menipu atau berbohong ke orang lain. Laki-laki biasanya pake hal-hal yang kongkrit dan faktual itu.. buat ngambil kesempatan untuk memanfaatkan orang lain. Ditambah, dengan mereka yang terkesan dingin yang membuat mereka terlihat lebih tenang dalam berkomunikasi sehingga banyak orang yang akhirnya tertipu dengan mereka.

Kalo gaya komunikasi perempuan, biasanya mereka lebih menggunakan perasaannya sehingga terkesan lebih emosional di bandingkan laki-laki. Jadi, kalo perempuan yang menjadi penerima pesan.. biasanya mereka akan memikirkan makna dari sisi emosionalnya terlebih dahulu seperti “dia ini marah gak ya sama aku?”. Kalo perempuan yang menjadi pengirim pesan, biasanya mereka juga memasukkan ekspresi emosi dari pesan yang mereka sampaikan. Walaupun, terkadang ekspresi emosi itu tidak mereka ucapkan dalam pesan yang ingin disampaikan. Hal ini yang sering kali bikin lawan bicara akhirnya salah dalam memberikan makna dari pesan yang disampaikan oleh perempuan.

Gaya komunikasi perempuan ini, juga punya sisi positif dan negatifnya teman-teman. Sisi positifnya, perempuan jadi lebih memahami perasaan dan emosi yang dirasakan oleh lawan bicaranya. Hal ini yang sering bikin lawan bicara ngerasa.. ada orang yang peduli dan perhatian sama mereka. Sisi negatifnya, terkadang perempuan kurang bisa objektif dalam memberikan makna pada pesan yang disampaikan orang lain.

Dari hal ini, kita bisa ngeliat gimana perbedaan cara berkomunikasi antara laki-laki dan perempuan itu. Kalo laki-laki lebih menggunakan akal mereka, sedangkan perempuan lebih menggunakan perasaan mereka. Nah.. kalo gitu, gimana caranya supaya komunikasi antara laki-laki dan perempuan bisa terjalin dengan baik?

Untuk komunikasi bisa terjalin dengan baik antara laki-laki dan perempuan itu, kita perlu untuk mengenal karakteristik masing-masing. Jadi, kalo laki-laki harus belajar buat mengenal gimana cara komunikasi perempuan dan begitupun sebaliknya. Mengenal karakteristik komunikasi itu bisa dilakukan dengan cara, mencari tau gimana gaya berkomunikasi di masing-masing jenis kelamin seperti yang udah dijelasin diatas.

Dengan mengenal gaya komunikasi pada masing-masing jenis kelamin ini, bisa bikin kita memahami satu sama lain sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa di sesuiaikan dengan cara berkomunikasi lawan bicara kita.

Selain itu, untuk laki-laki dan perempuan bisa coba buat belajar menyesuaikan gaya berkomunikasi lawan jenis mereka. Contohnya, buat laki-laki.. mereka bisa belajar buat lebih berempati dalam berkomunikasi atau belajar buat memahami perasaan lawan bicaranya dan begitupun sebaliknya, buat perempuan.. bisa belajar buat mengkomunikasikan perasaan mereka.

Oke teman-teman, sekian dulu postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Sampai ketemu di postingan selanjutnya. 

Read More :

Komunikasi : Man Vs Woman (Part 1) 

Read More

22 Agustus 2020

Komunikasi : Man Vs Woman (Part 1)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu

Hallo semuanya.. Gimana keadaan kalian? Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat ya. Kali ini, di blog aku bakal ada series terbaru namanya “Let’s Talk”. Di series ini, aku bakal ngobrol-ngobrol bareng seseorang buat bahas tema tertentu. Di postingan pertama series ini, aku bakal ngobrol sama salah satu temen pasca aku di kampus namanya Hendra Purnama. Kami bakal ngobrolin seputar komunikasi dan gimana sebenernya komunikasi antara laki-laki dan perempuan itu. Yuk.. di baca, ini bermanfaat banget buat kita ngelajalin komunikasi sehari-hari.

Untuk yang pertama, kami berdua ngobrolin bareng tentang komunikasi secara keseluruhan dulu. Mungkin buat semua orang, kata komunikasi itu udah sering banget didengar.. tapi apakah kalian tau sebenernya definisi komunikasi itu apa sih?

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh pengirim kepada penerima pesan. Siapa itu pengirim dan penerima pesan? Mereka adalah kita.. manusia. Yups, manusia itu merupakan seseorang yang bisa menjadi pengirim dan penerima pesan. Artinya, kita semua pasti akan menyampaikan pesan kepada orang lain dan begitupun sebaliknya.. orang lain kadang yang menjadi pengirim pesan dan kita yang menjadi penerima pesan itu. Jadi, komunikasi itu muncul karena adanya interaksi antara sesama manusia, baik itu hanya 2 orang saja atau lebih. Yang pasti komunikasi terjalin karena adanya pengirim dan penerima pesan.

Dari penjelasan ini, kita bisa liat kalo dalam komunikasi itu.. akan selalu ada pengirim dan penerima pesan. Artinya, untuk terciptanya suatu komunikasi.. akan selalu ada seseorang yang menjadi lawan bicara kita, entah itu sebagai si pengirim atau sebagai si penerima pesan. Selain adanya manusia itu sendiri, pesan yang ingin disampaikan pun menjadi unsur penting di setiap komunikasi yang terbentuk. Bisa dibayangin kan, kalo kita lagi ngumpul bareng temen-temen tapi gak ada pesan atau kata yang di sampaikan oleh setiap orang. Pasti komunikasi itu tidak akan terbentuk dengan baik.

Sering kali kita ngalamin, pesan yang kita sampaikan itu kadang diterima dengan makna yang berbeda oleh orang yang menerima pesan kita. Itu, sering banget aku alamin dan mungkin buat sebagain orang juga pernah ngelamin hal ini. Nah.. kira-kira apa yang bikin makna dari pesan itu ditangkap berbeda oleh si penerima pesan? Ada banyak hal yang bikin penerima pesan menangkap makna yang berbeda dari apa disampaikan oleh pengirim pesan. Di obrolan kami berdua, ada 2 faktor yang membuat makna pesan ditangkap berbeda oleh si penerima pesan yaitu faktor fisik dan psikis.

Faktor fisik itu, bisa terjadi saat kita melakukan komunikasi di tempat yang ramai dan berisik. Di tempat itu, bakal ada banyak suara yang akhirnya si penerima pesan tidak fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh pengirim pesan. Sehingga, penerima pesan bisa saja menangkap makna yang berbeda dari apa yang diinginkan oleh pengirim pesan. Selain itu, bisa juga karna pemilihan kata dan cara penyampaian yang dikeluarkan oleh pengirim pesan, yang membuat penerima memberikan makna yang berbeda dari apa yang disampaikan oleh pengirim pesan itu. Kalo faktor psikis itu, ada di dalam diri kita masing-masing. Faktor psikis ini berkaitan erat sama kepribadian. Di postingan aku sebelumnya (Kepribadian Part I), aku udah bahas kalo kepribadian itu pola karakteristik psikologis yang muncul di setiap aspek dalam diri manusia. Dari kepribadian ini, juga mempengaruhi bagaimana seseorang memberikan makna atau mempersepsikan setiap pesan yang ia terima. Contohnya, atasan kita ngasih komentar tentang kerjaan yang kita bikin.. seseorang dengan kepribadian tertentu bisa saja mempersepsi hal itu sebagai sesuatu yang menyakiti hatinya dan bisa juga seseorang dengan kepribadian lainnya memperspsi hal itu sebagai masukan agar kerjaan yang kita buat bisa lebih baik lagi.

Dengan penjelasan diatas, kita bisa menilai gimana komunikasi bisa dikatakan baik dan buruk. Kalo komunikasi itu terjalin baik artinya makna yang diterima oleh penerima sama atau hampir mirip dengan makna yang di maksudkan oleh si pengirim pesan. Begitupun sebaliknya, komunikasi itu dikatakan buruk kalo makna yang diterima oleh penerima pesan berbeda jauh dengan makna yang dimaksud oleh pengirim pesan.

Menurut Hendra, komunikasi ini penting banget karena dia merupakan landasan untuk terbentuknya setiap hubungan yang terjalin dengan manusia. Dengan komunikasi ini kita bisa menjalin rasa percaya (trust) kepada orang lain, bisa menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia dan bisa terbentuk kredibilitas yang baik. Selain itu, dengan adanya komunikasi ini.. kita juga bisa mempertahankan hubungan yang telah terjalin dengan orang lain melalui pesan-pesan yang saling kita berikan.

Gimana agar komunikasi bisa terjalin efektif?

Hal yang paling utama yang harus kita sadari bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan semua hal yang kita lakukan akan ada yang gak sesuai sama yang kita mau. Hal ini juga berlaku dalam melakukan komunikasi dengan orang lain, kita bukan orang yang sempurna dan orang yang nerima pesan kita juga bukan orang yang sempurna. Dengan menyadari hal ini, kita bisa melakukan evaluasi pada komunikasi yang terjalin dalam setiap kehidupan sehingga kita dapat terus memperbaiki cara berkomunikasi kita agar pesan yang diinginkan dapat tersampaikan dengan baik kepada penerima pesan.

Selain itu, kita juga belajar untuk berempati kepada orang lain. Empati ini emang penting banget buat kita menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Dengan adanya empati ini, kita bisa menyadari kondisi yang dialami oleh lawan bicara sehingga pesan yang ingin kita sampaikan bisa di sesuaikan dengan kondisi lawan bicara kita agar makna yang ingin disampaikan tetap dapat diterima dengan baik oleh si penerima pesan.

Oke teman-teman, sekian dulu untuk bahasan tentang komunikasi ini. di postingan selanjutnya, aku bakal bahas gimana sebenernya komunikasi antara laki-laki dan perempuan itu. Sampai jumpa lagi.. Semoga bermanfaat ya

Read More :

Kepribadian (Part 1)

Komunikasi : Man Vs Woman (Part 2) 

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Cari Blog Ini

Popular Posts

Copyright © Coklat Panas | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com